Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Mahasiswa MPI UIN Alauddin Makassar dan UNY Kolaborasikan Budaya dalam Drama HUT SMAN 2 Sleman

Mahasiswa MPI UIN Alauddin Makassar dan UNY Kolaborasikan Budaya dalam Drama HUT SMAN 2 Sleman

Sleman — Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Alauddin Makassar berkolaborasi dengan mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dalam penampilan drama pada perayaan HUT SMAN 2 Sleman pada Kamis (27/08/2026). Pertunjukan tersebut mengangkat keberagaman budaya Sulawesi dan Yogyakarta melalui perpaduan drama, tari, dan musik.

Penampilan ini disusun oleh Nur Afiat Amir, mahasiswa MPI FTK UIN Alauddin Makassar sekaligus Ketua Mahasiswa KKN Nasional Terintegrasi PLP UIN Alauddin Makassar di Yogyakarta, bersama mahasiswa UNY. Gagasan pertunjukan berawal dari keinginan untuk menghadirkan dua budaya dalam satu panggung, khususnya tradisi penyambutan tamu.

“Awalnya agak sulit untuk membuat satu penampilan yang bisa menampilkan dua budaya. Kemudian muncul ide dari UINAM untuk tampilkan Tari Paduppa sebagai adat penyambutan tamu dari Sulawesi. Karena pengetahuan tentang budaya Yogyakarta juga terbatas, kami kemudian berkolaborasi dengan UNY,” jelas Nur Afiat.

Konsep tersebut kemudian dikembangkan bersama Firdaus, Ketua Mahasiswa PK UNY. Drama dikemas dalam suasana kelas mahasiswa Pertukaran Mahasiswa Merdeka yang terdiri atas mahasiswa dari UIN, UNY, UGM, dan UNHAS. Dalam cerita, mereka berdiskusi mengenai tugas kebhinekaan hingga membahas tradisi penyambutan tamu dari Sulawesi dan Yogyakarta. Pembahasan tersebut kemudian diwujudkan melalui penampilan Tari Paduppa dan bregada sebagai representasi budaya masing-masing daerah.

Mahasiswa UNY, Frizka, menilai kolaborasi tersebut memberikan pengalaman sekaligus wawasan baru mengenai keberagaman budaya Indonesia. “Jujur keren banget karena kita menyatukan dua kebudayaan dari Sulawesi dengan kebudayaan Yogyakarta. Kolaborasi ini jadi pelajaran dan wawasan baru, khususnya untuk diriku sendiri karena dengan begitu aku bisa tahu ada berbagai macam kebudayaan penyambutan tamu di Indonesia,” ujar Frizka.

Menurutnya, tantangan utama selama proses persiapan adalah menyamakan persepsi dan ritme latihan. Namun, perbedaan tersebut justru menjadi bagian dari proses belajar dalam membangun kolaborasi.

Sementara itu, Pak Ozyn, guru sekaligus Ketua Panitia HUT SMAN 2 Sleman, mengatakan bahwa perayaan tahun ini mengangkat tema kebudayaan sebagai bagian dari upaya memperkenalkan dan melestarikan tradisi kepada generasi muda. “Goals-nya agar anak-anak tidak hanya selalu mengagung-agungkan gaya hidup modern, tetapi juga dikenalkan kebudayaan atau tradisi di Nusantara, khususnya di Jogja,” ungkapnya.

Ozyn juga mengapresiasi penampilan kolaborasi mahasiswa UIN dan UNY. Menurutnya, kehadiran Tari Paduppa dan bregada memberikan warna tersendiri dalam rangkaian perayaan HUT. Ia menilai kolaborasi tersebut mampu mempertemukan dua kebudayaan dalam satu pertunjukan.

Apresiasi serupa datang dari Rani, siswi kelas XI Yudistira. Ia menilai penampilan mahasiswa menarik karena memadukan hiburan dengan pengenalan budaya. “Keren, bagus dan lucu. Kolaborasi bareng gitu, terus menampilkan budaya-budaya. Pokoknya keren, Kak,” tutur Rani.

Kolaborasi mahasiswa UIN Alauddin Makassar dan UNY tersebut menjadi salah satu bentuk nyata pembelajaran lintas budaya. Melalui seni pertunjukan, mahasiswa tidak hanya menampilkan kreativitas, tetapi juga memperkenalkan nilai kebhinekaan sekaligus membangun kerja sama antarmahasiswa dari latar belakang daerah dan perguruan tinggi yang berbeda.


Penulis : Nur Akhira