Lebak, Banten – Di tengah hamparan perkampungan yang asri di Desa Cirinten, Kecamatan Cirinten, Kabupaten Lebak, semangat pengabdian mahasiswa kembali tumbuh bersama hijaunya tanaman serai. Melalui Program Kerja Penanaman Serai, mahasiswa KKN Nusantara Kelompok 14 menghadirkan sebuah gerakan sederhana yang sarat makna, yakni memanfaatkan lahan pekarangan menjadi lebih produktif sekaligus menanam harapan akan terciptanya masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan peduli terhadap lingkungan.
Program penanaman serai merupakan salah satu program kerja KKN Nusantara 2026 yang dilaksanakan sebagai wujud nyata pengabdian kepada masyarakat di Desa Cirinten. Program ini dirancang untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan melalui budidaya tanaman serai yang memiliki beragam manfaat, mulai dari bumbu dapur, tanaman obat keluarga (TOGA), pengusir serangga alami, hingga memiliki potensi ekonomi apabila dibudidayakan secara berkelanjutan. Selain menjadi upaya penghijauan lingkungan, kegiatan ini juga bertujuan membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya memanfaatkan potensi lokal untuk mendukung ketahanan pangan keluarga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi berkolaborasi bersama masyarakat setempat untuk melakukan penanaman bibit serai di sejumlah titik yang telah ditentukan. Salah satu mahasiswa yang turut berkontribusi aktif dalam program tersebut adalah Amelya Putri Azizah, mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar yang dipercaya sebagai Delegasi KKN Nusantara yang dilaksanakan dari tanggal 15 Juli 2026 sampai dengan 23 Agustus 2026. Bersama rekan-rekan mahasiswa lintas perguruan tinggi, Amelya terlibat dalam proses koordinasi, persiapan, hingga pelaksanaan penanaman sebagai bentuk komitmen menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Desa Cirinten.
“Kami berharap program ini tidak berhenti pada saat pelaksanaan KKN saja. Serai yang ditanam hari ini diharapkan dapat terus dirawat dan dimanfaatkan oleh masyarakat, baik sebagai kebutuhan rumah tangga, tanaman herbal, maupun peluang ekonomi di masa mendatang,” ujar Amelya Putri Azizah.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung dalam suasana penuh semangat dan kebersamaan. Mahasiswa bersama warga bergotong royong
menyiapkan lahan, menanam bibit, serta berdiskusi mengenai cara perawatan tanaman agar dapat tumbuh dengan baik. Antusiasme masyarakat yang tinggi menunjukkan bahwa program sederhana ini mendapat sambutan positif sebagai langkah awal membangun desa yang lebih hijau, sehat, dan produktif.
Lebih dari sekadar kegiatan bercocok tanam, program ini juga menjadi media edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya pelestarian lingkungan melalui pemanfaatan pekarangan rumah. Dengan perawatan yang relatif mudah, serai diharapkan dapat menjadi salah satu tanaman yang terus memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang, baik dari aspek kesehatan, lingkungan, maupun ekonomi.
Program kerja ini sekaligus mencerminkan semangat kolaborasi yang menjadi ruh KKN Nusantara, di mana mahasiswa dari berbagai daerah dan perguruan tinggi bersinergi bersama masyarakat untuk menghadirkan solusi atas potensi dan kebutuhan desa. Kehadiran para mahasiswa tidak hanya untuk melaksanakan program kerja, tetapi juga membangun hubungan yang harmonis, memperkuat nilai gotong royong, serta meninggalkan dampak positif yang dapat dirasakan setelah masa KKN berakhir.
Sejalan dengan tema KKN Nusantara 2026, “Merawat Ekoteologi, Menjaga Tradisi: Meneguhkan Iman, Melestarikan Alam,” program penanaman serai menjadi bukti bahwa upaya menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana. Dari setiap bibit yang ditanam, tumbuh harapan akan terciptanya Desa Cirinten yang lebih hijau, sehat, mandiri, dan berdaya.
Penulis : Amelya Putri Azizah